Lebah merupakan insekta penghasil madu yang telah lama dikenak manusia. Sejak zaman purba, manusia berburu sarang lebah di goa-goa, di lubang-lubang pohon untuk diambil madunya. Lebah mempunyai tiga pasang kaki dan dua pasang sayap, sarangnya dibuat dari lilin yang terbuat dalam tubuhnya sendiri. Lebah adalah tipe serangga yan paling modern dan mengalami metamorphosis sempurna yang masuk dalam kelas insekta  family Apini dan genus Apis. Spesiesnya bermacam-macam,berdasarkan asal mulanya lebah dibagi menjadi empat jenis, yaitu Apis cerana, Apis mellifera, Apis flore, Apis dorsata.Apis cerana diduga berasal dari daratan Asia menyebar sampai Afganistan, Cina maupun Jepang.

Lebah digolongkan menjadi tiga yaitu, lebah ratu, lebah betina atau lebah pekerja dan lebah jantan. Ketiga jenis  lebah itu mempunyai tugas masing-masing. Lebah ratu tergolong fertil dan diploid. Lebah ratu hanya bertugas memeriksa lubang-lubang sarang, apabila terdapat sel masih kosong lebah ratu segera memasukkan perutnya kedalam dan meletakkan telur. Lebah ratu adalah pemimpin dalam koloni lebah. Ia bertanggung jawab menghasilkan telur untuk perkembangan koloni yang dipimpinya. Didalam satu koloni hanya ada seekor lebah ratu dan ia mampu bertelur hingga 2,000 butir per hari. Saat musim kawin, lebah ratu akan dibuahi oleh beberapa lebah pejantan. Perkawinan terjadi beberapa kali dengan lebah jantan yang berlainan sampai ratu merasa cukup memperoleh spermatozoan dan menyimpanya di dalam spermateka. Dua sampai tiga hari ratu mulai betelur secrar terus menerus samapai usianya mencapai 3-5 tahun atau sampai simpanan spermanya habis. Ukuran tubuh ratu lebih besar dibandingkan dengan lebah lainnya. Lebah ratu yang aktif mampu bertelur kira-kira 2000 biji sehari.

Lebah pekerja merupakan lebah penghuni sarang yang paling banyak jumlahnya dibandingkan dengan lebah jantan. Lebah pekerja adalah lebah betina yang alat reproduksinya tidak sempurna atau steril sehingga tidak dapat bertelur dan pakan yang diterima ketika masih berwujud larva berbeda dengan pakan yang diterima larva lebah ratu, sehingga perkembangannya berbeda. Lebah betina melakukan tugas yang berganti-ganti sesuai dengan proses perkembangan tubuh mereka. Saat kelenjar pengahasil lilin dalam perut tubuh lebah pekerja matang, mereka mulai menghasilkan lilin. Pada saat itulah seekor lebah menjadi pekerja dan membangun sel-sel segi enam penyimpan madu dari nectar bunga (cairan manis yang terdapat dalam bunga) yang mereka kumpulkan. Bunga-bunga yang terpilih oleh lebah tidak sembarangan, karena lebah memiliki kemampuan untuk memilih nektar bunga yang berkualitas baik dan tidak mengandung racun. Selain itu, lebah pekerja memiliki sederet tanggung lain. Mulai dari merawat lebah, menjaga suhu, dan kelembaban sarang, hingga mencegah benda atau makhluk lain ke dalam sarang, guna menjaga kesterilan tempat tinggal mereka. Umur lebah pekerja kurang lebih tiga bulan.

Lebah jantan berasal dari telur-telur yang tidak dibuahi dalam satu koloni. Jumlahnya hanya berkisar ratusan ekor. Pada dasarnya, lebah jantan hanya bertugas membuahi lebah ratu. Walaupun bentuk tubuhnya lebih besar daripada lebah pekerja, lebah jantan tidak memiliki umur yang panjang, karena mereka akan langsung mati setelah membuahi lebah ratu. Dan sepanjang hidupnya, lebah jantan hanya dapat kawin satu kali. Lebah jantan memiliki 16 kromosom, tergolong haploid dan fertil.

Siklus hidup Apis cerana sama seperti drosophila melanogaster, dimulai dari telr, larva, pupa, kemudian berkembang menjadi anak lebah dan lebah dewasa. Terlur yang menetas akan menjadi larva. Pad peringkat ini, kebah pekerja akan memberi larva makan nectar. Nektar akan dikumpulkan oleh lebah sebagaianya disimpan sebagai madu. Setelah beberapa hari, larva berkembanag menjadi pupa dan seterusnaya menjadi anak lebah dan lebha dewasa.

Kingdom: Animalia
Phylum: Arthropoda

Class: Insecta
Order: Hymenoptera
Suborder: Apocrita

Gambar 1 Apis cerana Family: Apidae
Subfamily: Apinae
Genus: Apis
Subgenus: (Apis)
Species: A. cerana

Salah satu tanaman hias yang berasal dari Indonesia ialah kembang bokor atau hortensia (Hydrangea macrophylla). Hortensia memiliki daun berbentuk bulat telur dan tumbuh di daerah beriklim sejuk. Bunganya berwarna hijau ketika masih kuncup dan berubah menjadi putih, sewaktu mekar menjadi warna biru muda atau merah jambu, kemudian secara bertahap berubah menjadi warna-warna yang lebih tua (biru tua, ungu atau merah) bergantung pada tingkat pH tanah. Daun dan akar dari tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Hortensia merupakan tanaman semak sedang yang dikembangbiakan dengan stek batang dan stek pucuk (Tadao et al. 1999).

Stek adalah salah satu cara pembiakan tanaman yang tanpa melalui proses penyerbukan (vegetatif), yaitu dengan pemotongan pada batang, cabang, akar muda, pucuk ataupun daun dan menumbuhkannya di dalam suatu media padat maupun cair sebelum dilakukan penyapihan (Anonim 1995). Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keberhasilan pembiakan vegetatif dengan cara stek, yaitu umur stek, media, drainase media, intensitas cahaya, teknik pengguntingan dan konsentrasi hormon yang digunakan (Omon et al. 1989). Keuntungan dari sistem stek ialah hasilnya homogen, dapat diproduksi dalam jumlah dan pada waktu yang diinginkan, dapat digunakan untuk menganalisa tempat tumbuh, dan dapat memperbanyak genotip-genotip yang baik dari suatu jenis pohon (Yasman & Smits 1988).

Perlakuan khusus untuk mempercepat perakaran pada stek yaitu dengan pemberian hormon dari luar. Proses pemberian hormon harus memperhatikan jumlah dan konsentrasinya agar didapatkan sistem perakaran yang baik dalam waktu relatif singkat. Konsentrasi dan jumlah hormon ini sangat tergantung pada faktor-faktor seperti umur bahan stek, waktu atau lamanya pemberian hormon, cara pemberian hormon, jenis tanaman dan sistem stek yang digunakan. Hormon yang paling menentukan dalam perakaran stek adalah dari kelompok auksin. Hormon ini secara alami sudah terdapat dalam tanaman, tetapi untuk lebih mempercepat proses perakaran stek perlu ditambahkan dalam jumlah dan konsentrasi tertentu untuk dapat merangsang perakaran (Yasman dan Smits, 1988). Kelompok auksin yang digunakan dalam percobaan ini ialah 2,4 – diklorofenoksiasetat (2,4-D).

Asam 2,4-diklorofenoksiasetat (2,4-D) merupakan senyawa yang disintesis oleh ahli kimia yang mampu menimbulkan banyak respon fisiologis, biasanya senyawa ini dianggap sebagai auksin. Senyawa ini tidak disintesis oleh tumbuhan, maka tidak disebut sebagai hormon, tetapi dikelompokkan sebagai zat pengatur tumbuh tanaman. Asam 2,4-D mempunyai susunan cicin yang mengandung ikatan rangkap sebagai inti, sedangkan cincin itu terdapat rangkaian yang mempunyai gugus karbosil (Dwidjoseputro 1990).

Aklimatsasi

Aklimatisasi merupakan suatu respon fisiologis tubuh terhadap lingkungan baru. Respon ini merupakan proses penyesuaian diri dari dua lingkungan yang berbeda. Proses penyesuaian ini terjadi dalam jangka waktu beberapa hari atau beberapa minggu. Fenomena di alam yang menunjukan aklimatisasi salah satunya adalah perubahan musiman yang meruakan suatu konteks dimana penyesuaian fisiologis terhadap kisaran baru suhu lingkungan. Contohnya ikan bullhead catfish (sejenis ikan lele) dapat bertahan hidup dalam air dengan suhu mencapai 360C selama musim panas, tetapi suhu diatas 280C akan bersifat mematikan di musim dingin.